๐ฎ Hadits Orang Tua Masuk Neraka Karena Anaknya
Nabisaw bersabda: "Apabila gementar hati orang mu'min dari karena takut kepada Allah, niscaya bergugurlah daripadanya dosanya, sebagaimana berguguran dari pohon kayu daunnya". Nabi saw bersabda: "Tiada akan masuk neraka, seseorang yang menangis dari karena takut kepada Allah Ta'ala, sehingga kembalilah air susu dalam tempatnya semula".
Makaorang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Alloh. Dan Alloh pada sisi-Nya pahala yang baik."
Tidakwajib baginya qodho ataupun memberikan makan orang miskin karena tidak adanya dalil akan hal itu. Dan juga karena meninggalkan puasa secara sengaja adalah dosa yang sangat besar dan dosa besar tidak akan hilang kecuali dengan taubat dan istighfar. Catatan faedah pelajaran Fiqih Muyassar bersama guru kami, Syekh Munir An-Nakhibiy
Sebab disamping keturunan Arab, jalur nasabnya juga sampai kepada seorang Sahabat Rasulullah, yaitu Abu Musa Al-Asy'ari. Keluarga Asy'ari diyakini sebagai penganut ajaran sunnah. Sebab orang tua Asy'ari pernah berwasiat agar anaknya diserahkan kepada as-Sฤji, seorang ulama fikih yang menganut ajaran sunnah, untuk berguru.
. Home ยป Islam Penulis Unknown Ditayangkan 08 Apr 2016 Orangtua memiliki kewajiban dalam mendidik dan mengasuh anak dengan tuntutan agama. Hal tersebut harus dilakukan agar anak bisa menjadi sosok yang shaleh. Namun, tidak semua orangtua bisa melakukan tanggung jawab banyak orangtua shaleh namun memiliki anak yang suka berbuat maksiat. Hal ini bisa terjadi karena faktor dari si anak sendiri dan lingkungan mereka. Hal ini berpotensi membawa anak masuk ke jurang neraka di akhirat tidak hanya akan menyeret dirinya sendiri, anak tersebut juga bisa membuat orangtua yang sudah divonis akan masuk surga akhirnya batal dan justru terjerumus ke dalam neraka. Golongan orangtua bagaimanakah yang akan mengalami nasib seperti itu? Berikut informasi yang shaleh dan telah divonis akan masuk ke dalam surga bisa batal memasukinya dan justru terjerumus ke dalam neraka adalah orangtua yang melihat anaknya berbuat maksiat namun ia tidak melarang perbuatan tersebut.โTelah dikabarkan kepada kami bahwa seorang anak akan tergantung di leher ayahnya pada hari kiamat nanti. Lalu dia berkata Wahai Rabbku, ambillah hakku dari orang yang menzhalimiku ini!โ Sang ayah berkata Bagaimana aku menzhalimimu, sedangkan aku telah memberimu makan dan pakaian?โ Sang anak berkata Benar, engkau telah memberiku makan dan pakaian, tetapi engkau melihatku melakukan maksiat dan engkau tidak melarangku.'โ Dikutip dari Majalah Az-Zahur, Syaโban 1420 HDi dalam Al-Qurโan, Allah SWT telah berfirman โHai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.โ tafsir dari ayat di atas, Qatadah berkata โPerintahkan mereka untuk taat kepada Allah dan laranglah mereka dari perbuatan maksiat kepada-Nya. Bantulah mereka untuk mengerjakan perintah Allah. Apabila kamu melihat mereka melakukan kemaksiatan, maka tegurlah!โ Ibnu Jarir juga berkata โKita wajib untuk mengajarkan anak-anak kita tentang agama Islam, kebaikan dan adab!โ Sedangkan Ibnu Umar berkata โDidiklah anakmu, karena kelak kamu akan ditanya tentang pendidikan dan pengajaran seperti apa yang telah kamu berikan kepada anakmu. Anakmu juga akan ditanya tentang bagaimana dia berbakti dan berlaku taat kepadamu.โDari tafsir yang sudah dijelaskan oleh para mufassir di atas, jelaslah bahwanya Allah SWT memberikan perintah tegas kepada para muslim untuk senantiasa menjaga keluarganya dari siksaan api neraka. Caranya adalah dengan memperhatikan pendidikan agamanya serta memantau setiap perbuatan yang tersebut merupakan sebuah kewajiban yang apabila tidak dipatuhi maka konsekuensinya akan diterima di akhirat senada juga dapat difahami dari hadits shahih yang berbunyi โSeorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarganya, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.โ HR Bukhari dan MuslimDari hadist di atas mengisyaratkan bahwa apabila ada orangtua yang mendidik anaknya dengan tidak baik, maka ia akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan yang dilakukannya di dunia tersebut saat hari kiamat informasi mengenai orangtua yang batal masuk surga karena anaknya. Oleh karena itu, sudah seharusnya sebagai orangtua mendidik buah hati dengan ajaran agama. Agar anak tersebut menjadi sosok yang shaleh dan membawa kita masuk ke dalam surga, bukan menjerumuskan ke dalam api neraka karena perbuatan kita dan keluarga kita senantiasa diberi hidayah oleh Allah swt agar tetap senantiasa bisa menjalankan perintahnya dan menjauhi segala larangannya karena lingkuangan keluarga lah yang pertama mendidik anak saat tumbuh dewasa dan dengan pengawasan dari orangtua lah anak bisa menjadi orang yang bermanfaat. Wallahu A'lamSumber infoyunik islam orang tua unik
Assalamu alaikum wr. terhormat redaksi Bahtsul Masail NU Online. Kami memohon penjelasan tentang hadits riwayat Muslim yang menyatakan bahwa ayah dan ibu Nabi Muhammad SAW masuk neraka. Kami memohon penjelasan hadits ini. Apakah benar di Hari Kiamat ayah dan ibu Nabi Muhammad saw masuk neraka? Terima kasih atas penjelasannya. Wassalamu alaikum wr. wb. Hilmi Qosim MubahJawabanAssalamu alaikum wr. dan pembaca yang budiman di mana pun berada. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan petunjuk-Nya untuk kita semua. Sebelum berbicara lebih jauh kita terlebih dahulu menyebutkan hadits riwayat Imam Muslim yang menunjukkan bahwa kedua orang tua Rasulullah SAW termasuk penduduk neraka kelak di setidaknya menemukan dua hadits yang diriwayatkan di dalam kitab Jamuis Shahih Muslim terkait masalah ini. Hadits pertama diriwayatkan oleh Sahabat Anas bin Malik. Hadits kedua diriwayatkan Sahabat Abu Hurairah RA. Hadits riwayat Anas bin Malik RA menceritakan sebagai ุฑูุฌููุงู ููุงูู ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููุ ุฃููููู ุฃูุจููุ ููุงูู ููู ุงูููุงุฑู. ููููู
ูุง ููููู ุฏูุนูุงูู ููููุงูู ุฅููู ุฃูุจูู ููุฃูุจูุงูู ููู ุงูููุงุฑูArtinya, "Salah seorang sahabat bertanya, Wahai Rasulullah, di manakah kini ayahku?โ Nabi Muhammad SAW menjawab, Di neraka.โ Ketika orang itu berpaling untuk pergi, Nabi Muhammad SAW memanggilnya lalu berkata, Sungguh, ayahku dan ayahmu berada di dalam neraka,โโ HR Muslim.Sementara hadits riwayat Abu Hurairah RA menyebutkan sebagai ุงูููุจููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ููุจูุฑู ุฃูู
ููู. ููุจููููู ููุฃูุจููููู ู
ููู ุญููููููู. ููููุงูู ุงุณูุชูุฃูุฐูููุชู ุฑูุจูู ููู ุฃููู ุฃูุณูุชูุบูููุฑู ููููุง ููููู
ู ููุคูุฐููู ููู ููุงุณูุชูุฃูุฐูููุชููู ููู ุฃููู ุฃูุฒููุฑู ููุจูุฑูููุง ููุฃุฐููู ูููArtinya, "Nabi Muhammad SAW menziarahi makam ibunya. Di sana Beliau SAW menangis sehingga para sahabat di sekitarnya turut menangis. Rasulullah SAW mengatakan, Kepada Allah Aku sudah meminta izin untuk memintakan ampun bagi ibuku, tetapi Allah tidak mengizinkanku. Lalu Aku meminta kepada-Nya agar Aku diizinkan menziarahi makam ibuku, alhamdulillah Dia mengizinkanku," HR Muslim.Secara harfiah pemahaman yang kita dapati dari keterangan dua hadits di atas menujukkan bahwa kedua orang tua Rasulullah SAW termasuk ke dalam penghuni neraka. Tetapi sebenarnya ulama baik dari kalangan ahli hadits maupun kalangan ahli kalam berbeda pendapat perihal ini. Di antara ulama yang memaknai hadits ini secara harfiah adalah Imam An-Nawawi. Dalam kitab Syarah Muslim yang ditulisnya menunjukkan secara jelas posisinya seperti keterangan berikut ุฃู ุฑุฌูุง ูุงู ูุง ุฑุณูู ุงููู ุฃูู ุฃุจู ูุงู ูู ุงููุงุฑ ููู
ุง ููู ุฏุนุงู ููุงู ุฅู ุฃุจู ูุฃุจุงู ูู ุงููุงุฑ ููู ุฃู ู
ู ู
ุงุช ุนูู ุงูููุฑ ููู ูู ุงููุงุฑ ููุง ุชููุนู ูุฑุงุจุฉ ุงูู
ูุฑุจูู ูููู ุฃู ู
ู ู
ุงุช ูู ุงููุชุฑุฉ ุนูู ู
ุง ูุงูุช ุนููู ุงูุนุฑุจ ู
ู ุนุจุงุฏุฉ ุงูุฃูุซุงู ููู ู
ู ุฃูู ุงููุงุฑ ูููุณ ูุฐุง ู
ุคุงุฎุฐุฉ ูุจู ุจููุบ ุงูุฏุนูุฉ ูุงู ูุคูุงุก ูุงูุช ูุฏ ุจูุบุชูู
ุฏุนูุฉ ุงุจุฑุงููู
ูุบูุฑู ู
ู ุงูุฃูุจูุงุก ุตููุงุช ุงููู ุชุนุงูู ูุณูุงู
ู ุนูููู
ููููู ุตูู ุงููู ุนููู ู ุณูู
ุฃู ุฃุจู ูุฃุจุงู ูู ุงููุงุฑ ูู ู
ู ุญุณู ุงูุนุดุฑุฉ ููุชุณููุฉ ุจุงูุงุดุชุฑุงู ูู ุงูู
ุตูุจุฉ ูู
ุนูู ูููู ุตูู ุงููู ุนููู ู ุณูู
ููู ููู ููุงู ู
ูุตุฑูุง Artinya, โPengertian hadits Seorang lelaki bertanya, Wahai Rasulullah, di manakah kini ayahku?โ dan seterusnya, menunjukkan bahwa orang yang meninggal dalam keadaan kufur bertempat di neraka. Kedekatan kerabat muslim tidak akan memberikan manfaat bagi mereka yang mati dalam keadaan kafir. Hadits ini juga menunjukkan bahwa mereka yang meninggal dunia di masa fatrah masa kosong kehadiran rasul dalam keadaan musyrik yakni menyembah berhala sebagaimana kondisi masyarakat Arab ketika itu, tergolong ahli neraka. Kondisi fatrah ini bukan berarti dakwah belum sampai kepada mereka. Karena sungguh dakwah Nabi Ibrahim AS, dan para nabi lainnya telah sampai kepada mereka. Sedangkan ungkapan Sungguh, ayahku dan ayahmu berada di dalam nerakaโ merupakan ungkapan solidaritas dan empati Rasulullah SAW yang sama-sama terkena musibah seperti yang dialami sahabatnya perihal nasib orang tua keduanya. Ungkapan Rasulullah SAW Ketika orang itu berpaling untuk pergiโ bermakna beranjak meninggalkan Rasulullah SAW.โ lihat Imam An-Nawawi, Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim Ibnil Hajjaj, Dar Ihyait Turats Al-Arabi, Beirut, Cetakan Kedua, 1392 H. Sementara ulama lain menilai hadits ini telah dimansukh direvisi oleh riwayat Sayidatina Aisyah RA. Dengan demikian kedua orang tua Rasulullah SAW terbebas sebagai penghuni neraka seperti keterangan hadits yang telah dimansukh. Salah satu ulama yang mengambil posisi ini adalah Syekh Jalaluddin As-Suyuthi dalam karyanya Ad-Dibaj Syarah Shahih Muslim Ibnil ุฃุจู ุจูุฑ ุจู ุฃุจู ุดูุจุฉ ูุฒููุฑ ุจู ุญุฑุจ ูุงูุง ุญุฏุซูุง ู
ุญู
ุฏ ุจู ุนุจูุฏ ุนู ูุฒูุฏ ุจู ููุณุงู ุนู ุฃุจู ุญุงุฒู
ุนู ุฃุจู ูุฑูุฑุฉ ูุงู ุฒุงุฑ ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ู ุณูู
ูุจุฑ ุฃู
ู ุงูุญุฏูุซ ูุงู ุงููููู ูุฐุง ุงูุญุฏูุซ ูุฌุฏ ูู ุฑูุงูุฉ ุฃุจู ุงูุนูุงุก ุจู ู
ุงูุงู ูุฃูู ุงูู
ุบุฑุจ ููู
ููุฌุฏ ูู ุฑูุงูุงุช ุจูุงุฏูุง ู
ู ุฌูุฉ ุนุจุฏ ุงูุบุงูุฑ ุงููุงุฑุณู ููููู ููุฌุฏ ูู ุฃูุซุฑ ุงูุฃุตูู ูู ุขุฎุฑ ูุชุงุจ ุงูุฌูุงุฆุฒ ููุถุจุจ ุนููู ูุฑุจู
ุง ูุชุจ ูู ุงูุญุงุดูุฉ ูุฑูุงู ุฃุจู ุฏุงูุฏ ูุงููุณุงุฆู ูุงุจู ู
ุงุฌุฉ ููุช ูุฏ ุฐูุฑ ุจู ุดุงููู ูู ูุชุงุจ ุงููุงุณุฎ ูุงูู
ูุณูุฎ ุฃู ูุฐุง ุงูุญุฏูุซ ููุญูู ู
ูุณูุฎ ุจุญุฏูุซ ุฅุญูุงุฆูุง ุญุชู ุขู
ูุช ุจู ูุฑุฏูุง ุงููู ูุฐูู ูู ุญุฌุฉ ุงููุฏุงุน ููู ูู ุงูู
ุณุฃูุฉ ุณุจุน ู
ุคููุงุช Artinya, โDari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW menziarahi makam ibunya dan seterusnya. Menurut Imam An-Nawawi, Hadits ini terdapat pada riwayat Abul Ala bin Mahan penduduk Maghrib, tetapi tidak terdapat pada riwayat orang-orang desa kami dari riwayat Abdul Ghafir Al-Farisi. Namun demikian hadits ini terdapat di kebanyakan ushul pada akhir Bab Jenazah dan disimpan. Tetapi terkadang ditulis di dalam catatan tambahan. Hadits ini diiwayatkan Abu Dawud, An-Nasaโi, dan Ibnu Majah.โ Hemat saya jelas, Ibnu Syahin menyebutkan di dalam kitab Nasikh dan Mansukh bahwa hadits ini dan hadits yang semakna dengannya telah dimansukh oleh hadits yang menerangkan bahwa Allah menghidupkan kembali ibu Rasulullah sehingga ia beriman kepada anaknya, lalu Allah mewafatkannya kembali. Ini terjadi pada Haji Wadaโ. Perihal masalah ini saya telah menulis tujuh kitab,โ Lihat Abdurrahman bin Abu Bakar, Abul Fadhl, Jalaluddin As-Suyuthi, Ad-Dibaj Syarah Shahih Muslim Ibnil Hajjaj.Kalangan ahli kalam juga membicarakan perihal ahli fatrah. Menurut kalangan Muktazilah dan sebagian ulama Maturidiyah, orang-orang ahli fatrah yang wafat dalam keadaan musyrik termasuk penghuni neraka. Karena bagi mereka, manusia tanpa diutus seorang rasul sekalipun semestinya memilih tauhid melalui daya akal yang dianugerahkan Allah kalangan Asy-ari menempatkan ahli fatrah sebagai kalangan yang terbebas dari tuntutan tauhid karena tidak ada rasul yang membimbing mereka. Berikut ini perbedaan pendapat yang bisa kami ูู ููุชูู ุจุฏุนูุฉ ุฃู ุฑุณูู ูุงู ููู ุขุฏู
ุฃู ูุง ุจุฏ ู
ู ุฏุนูุฉ ุงูุฑุณูู ุงูุฐู ุฃุฑุณู ุฅูู ูุฐุง ุงูุดุฎุต. ูุงูุตุญูุญ ุงูุซุงูู. ูุนููู ูุฃูู ุงููุชุฑุฉ ูุงุฌูู ูุฅู ุบูุฑูุง ู ุจุฏููุง ูุนุจุฏูุง ุงูุฃูุซุงู. ูุฅุฐุง ุนูู
ุช ุฃู ุฃูู ุงููุชุฑุฉ ูุงุฌูู ุนูู
ุช ุฃู ุฃุจููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ูุงุฌูุงู ูููููู
ุง ู
ู ุฃูู ุงููุชุฑุฉ ุจู ูู
ุง ู
ู ุฃูู ุงูุฅุณูุงู
ูู
ุง ุฑูู ุฃู ุงููู ุชุนุงูู ุฃุญูุงูู
ุง ุจุนุฏ ุจุนุซุฉ ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ูุขู
ูุง ุจู... ููุนู ูุฐุง ุงูุญุฏูุซ ุตุญ ุนูุฏ ุจุนุถ ุฃูู ุงูุญูููุฉ... ููุฏ ุฃูู ุงูุฌูุงู ุงูุณููุทู ู
ุคููุงุช ููู
ุง ูุชุนูู ุจูุฌุงุชูู
ุง ูุฌุฒุงู ุงููู โUlama berbeda pendapat perihal ahli fatrah. Apakah kehadiran rasul yang mana saja sekalipun Nabi Adam AS yang jauh sekali dianggap cukup bahwa dakwah telah sampai bagi masyarakat musyrik Mekkah atau mengharuskan rasul secara khusus yang berdakwah kepada kaum tertentu? Menurut kami, yang shahih adalah pendapat kedua. Atas dasar itu, ahli fatrah selamat dari siksa neraka meskipun mereka mengubah dan mengganti keyakinan mereka, lalu menyembah berhala. Kalau ahli fatrah itu terbebas dari siksa neraka, tentu kita yakin bahwa kedua orang tua Rasulullah SAW selamat dari neraka karena keduanya termasuk ahli fatrah. Bahkan keduanya termasuk pemeluk Islam berdasarkan riwayat yang menyebutkan bahwa Allah menghidupkan keduanya setelah Nabi Muhammad SAW diangkat sebagai rasul sehingga keduanya berkesempatan mengucapkan dua kalimat syahadat. Riwayat hadits ini shahih menurut sebagian ahli hakikat. Syekh Jalaluddin As-Suyuthi menulis sejumlah kitab terkait keselamatan kedua orang tua Rasulullah SAW di akhirat. Semoga Allah membalas kebaikan Syekh Jalaluddin atas karyanya,โ Lihat Syekh Ibrahim Al-Baijuri, Hasyiyah Al-Baijuri ala Matnis Sanusiyyah, Dar Ihyaโil Kutub Al-Arabiyyah, Indonesia, Halaman 14.Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani dalam karyanya Nuruz Zhalam Syarah Aqidatil Awam menegaskan sebagai ุงูุจุงุฌูุฑู ูุงูุญู ุงูุฐู ูููู ุงููู ุนููู ุฃู ุฃุจููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ูุงุฌูุงู ุนูู ุฃูู ููู ุฃูู ุชุนุงูู ุฃุญูุงูู
ุง ุญุชู ุขู
ูุง ุจู ุซู
ุฃู
ุงุชูู
ุง ูุญุฏูุซ ูุฑุฏ ูู ุฐูู ููู ู
ุง ุฑูู ุนู ุนุฑูุฉ ุนู ุนุงุฆุดุฉ ุฃู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุณุฃู ุฑุจู ุฃู ูุญูู ูู ุฃุจููู ูุฃุญูุงูู
ุง ูุขู
ูุง ุจู ุซู
ุฃู
ุงุชูู
ุง. ูุงู ุงูุณูููู ูุงููู ูุงุฏุฑ ุนูู ูู ุดูุก ูู ุฃู ูุฎุต ูุจูู ุจู
ุง ุดุงุก ู
ู ูุถูู ูููุนู
ุนููู ุจู
ุง ุดุงุก ู
ู โSyekh Ibrahim Al-Baijuri mengatakan, Yang benar adalah bahwa kedua orang tua Rasulullah SAW selamat dari siksa neraka berdasarkan riwayat yang menyebutkan bahwa Allah SWT menghidupkan kembali kedua orang tua Rasulullah SAW sehingga keduanya beriman kepada anaknya, lalu Allah SWT mewafatkan kembali keduanya. Sebuah riwayat hadits dari Urwah dari Sayidatina Aisyah RA menyebutkan bahwa Rasululah SAW memohon kepada Allah SWT untuk menghidupkan kedua orang tuanya sehingga keduanya beriman kepada anaknya, lalu Allah SWT mewafatkan kembali keduanya. As-Suhaili berkata bahwa Allah maha kuasa atas segala sesuatu, termasuk mengistimewakan karunia-Nya dan melimpahkan nikmat-Nya kepada kekasih-Nya Rasulullah SAW sesuai kehendak-Nya,โ Lihat Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani, Syarah Nuruzh Zhalam ala Aqidatil Awam, Karya Toha Putra, Semarang, Tanpa Tahun, Halaman 27.Dari dua pandangan ulama di atas, Penulis lebih cenderung pada pendapat yang mengatakan bahwa kedua orang tua Rasulullah SAW termasuk kalangan muslim dan golongan orang-orang yang beriman. Karena sah menurut akal jaโiz aqli bahwa Allah SWT mengabulkan permintaan Rasulullah SAW memandang pangkat kekasih-Nya yang begitu agung dan mulia itu di sisi-Nya dan begitu luasnya kemurahan Allah itu sendiri. Wallahu aโlam bis jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Saran kami jangan sampai perbedaan pendapat dalam masalah ini menyebabkan kita saling menyalahkan satu sama lain atau bahkan meremehkan ulama besar yang berbeda pendapat dengan kita. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para muwaffiq ila aqwamith thariqWassalamu โalaikum wr. wb.Alhafiz Kurniawan
hadits orang tua masuk neraka karena anaknya